Latest Event Updates

Kyoto Side Trip : Nara

Posted on Updated on

check out my story on Steller: https://steller.co/s/5gaj5KTFumJ

Kyoto dan Nara merupakan tujuan populer buat para pelancong yang mengunjungi Jepang Jangan khawatir dengan penguasaan bahasa jepang disana , paling tidak ada seorang yang bisa berkomunikasi dengan anda dengan menggunakan bahasa inggris yang sederhana di pusat pusat informasi dan di satsiun kereta. Jadi pada dasarnya untuk mengeksplor kota ini kita bisa melakukannya sendiri tanpa harus khawatir.

Tempat apa saja yang bisa dikunjungi di Nara

Karena mempunyai waktu seharian di Nara sebelum melanjutkan perjalanan ke Osaka, dengan berjalan kaki dari stasiun Kintetsu Nara melewati jalan Nobori-Oji .

Kohfuji Temple

Setelah mampir ke pusat informasi dan mengambil city map yang dibagikan gratis , kami menuju Kohfuji temple yang paling dekat dengan kintetsu nara stasiun, prtunjuk jalan cukup jelas dengan sign board dalam bahasa inggris.

Bangunan yang menarik di kompleks ini dan sekaligus menjadi landmark kota Nara adalah Five Storey Pagoda yang merupakan Pagoda kedua tertinggi di Jepang setelah Kyoto Toji Temple.
Juga terdapat museum Kofukuji’s National Treasure yang menyimpan koleksi seni Buddhist Art dan The Eastern Golden Hall yang menyimpan patung kayu Yakushi.

Setelah mengitari kompleks kohfuji ,kami lanjutkan perjalanan menuju Todai-ji temple melewati isu-en garden dan Yoshiki-en garden .

ternyata untuk masuk ke Isu-en garden dikenakan charge sebesar 650 yen , sedangkan Yoshiki-en garden gratis untuk pengunjung luar japang dengan menunjukan pasport saja.

Disini kami berkeliling taman dan berisitirahat digazebo sambil menikmati pemandangan taman yang kelihatan apik dan tertata dengan rapi.

Todaiji Temple

Di Nara petunjuk jalan sangat lengkap disetiap pertigaan/perempatan selalu ada petunjuk jalan menuju tempat-tempat yang menjadi ikon di Nara.

Dari kohfuji ke Todaiji berjarak kurang lebih 500m . Masuk ke kompleks kuil ini, kita akan dibsambut oleh dua raksasa kayu penjaga gerbang di Nandaimon Gate yang tingginya kurang lebih 8,5 meter.

Sementara di Todai – ji yang menjadi tujuan turis adalah Daibutsu – den ( Hall of Giant Buddha ) , didalamnya terdapat patung Buddha setimggi 16 meter yang seakan akan memancarkan sinar spiritual bagi yang mendongak melihatnya.

Nara-Koen Park

Dsini terdapat populasi rusa semi- liar yang berkeliaran taman . Disekitaran taman banyak terlihat penjual kerupuk rusa ( Shika sembei ) untuk memberi makan rusa rusa, tetapiperlu hati2 juag saat memberi makan karean rusa bisa sangat agresif dalam berusaha makanan ditangan kita .

Mengakhiri walking tur dsini kami melanjutkan perjalan kembali ke Kintetsu Nara untuk melanjutkan perjalan ke Osaka menggunakan JR line .

Dotonburi

Posted on Updated on

Osaka merupakan kota yang asyik dikunjungi saat sedang liburan ke Jepang. Termasuk bagi yang suka wisata kuliner dan wisata belanja, silakan kunjungi Dotonbori . Banyak makanan enak dan barang-barang bagus dengan harga miring dan jangan lewatkan berfoto di depan ikon-ikon yang ada disini.

Turun dari stasiun Namba dan berjalan sekitar 5 menit kita akan sampai di area ini. Dotonbori Street merupakan jalanan luas dan membentang panjang, yang dipenuhi oleh toko-toko yang dihiasi Papan-papan reklame dan lampu-lampu neon berukuran besar menghiasi gedung-gedung restoran dan hiburan malam di tepi Kanal . Jika mau meraksakan  jajanan khas Osaka  dan mencari souvenir untuk oleh oleh dengan harga miring bisa dicari disini.

Di satu ruko yang diatasnya terdapat reklame gurita dalam ukuran jumbo terlihat antrian mengular untuk mendapatkan seporsi takoyaki.  Takoyaki adalah makanan khas di Osaka yang terbuat dari tepung terigu dengan potongan gurita dan lainya yang dibentuk seperti bola yang dimasak di cetakan dan dibentuk bola bola menggunakan sumpit kayu kemudian disiram dengan saus yang terlihat kental. Rasanya gurih manis asin bercampur , agak aneh aja terasa dilidah saya 😀
Untuk harga-harga makanannya pun terjangkau, yang paling murah dari 200 Yen atau sekitar Rp 21 ribu. Selain takoyaki, masih ada ramen, soba, sushi sampai tempura yang bisa dicoba.

Usahakan datang ke Dotonburi pada malam hari, karena lampu-lampu dan cahaya dari papan-papan iklan menjadi berwarna-warni menambah keramaian suasana. Dan jagan lewatkan berfoto di depan ikon kepiting raksasa  kani douraku dan  neon Glico Man yang menjadi ikon di sana.

 

Bon Appetite.

Take Your Backpack And Go Travelling

Posted on Updated on

“It is really my pleasure to see new place. There are new people, cultures, and experience”

Menemukan hal yang baru dan berbeda dari kehidupan sehari-hari yang saya dapatkan saar berada di negeri orang , kadang akan memberi banyak pelajaran hidup yang lebih mahal harganya dibanding uang yang dikeluarkan .

Dan bagi saya bepergian/traveling juga bukan hanya masalah keuangan akan tetapi keberanian, berani gak kita keluar dari zona nyaman.

So…take your backpack and go…

image

Posted from WordPress for Android

Alunan Surat Al Kahfi di Mesjid Xian

Posted on Updated on

DSC_7905
Keunikan mesjid ini adalah di bagunan utama mesjid tidak terdapat kubah   – berada paling belakang dari komplek mesjid yang cukup luas-

Setiap bepergian ke luar negeri baik itu negara yang penduduknya mayoritas Islam ataupun tidak , Mesjid selalu menjadi salah satu tempat yang ingin saya sempatkan untuk didatangi  .  Selain menyempatkan diri untuk sholat di dalamnya, dan menyicipi rasa masakan lokal karena  biasanya di sekitar mesjid menjadi tempat komunitas muslim penduduk lokal yang menyediakan/menjual  makanan halal .

Bangunan dari masjid ini masih mengadopsi bangunan terdahulunya yaitu tempat sembahyang umat Budha atau kuil.  Konon Mesjid Cheng Ho yang berada di Jawa Timur mengadopsi arsitektur mesjid ini dalam rancang bangunnya.

Setelah menunaikan sholat dhuhur dan ashar di jamak , barulah saya berkeliling sekitar komplek mesjid , disamping bangunan mesjid saya mendengar sayup sayup suara seperti orang lagi berdoa kayak di film film kungfu , ternyata disitu ada jamaah bapak-bapak dengan memakai kopiah putih sedang sedang mengaji . Memang aneh dan tidak terbiasa oleh telinga  mendengar orang mengaji dengan dialek  lokal , tapi saya coba cermati dan ikuti dengan seksama detelah sekian menit barulah agak mengerti ternyata  mereka sedang membaca Surat Al Kahfi. Saya jadi teringat tentang isu isu keagamaan yang ada di negara sendiri…sambil hanya bisa terdiam dan tertunduk sambil mendengar alunan  Al Quran yang dibacakan dengan dialek lokal yang menimbulkan sensasi tersendiri bagi ruang spiritual didalam diri , inilah salah satu keragaman beribadah yang saya saksikan  dan  berdoa dalam hati semoga kita bisa menampilkan islam yang indah, toleran dan sejuk di negeri sendiri.

Selesai berkeling mengeksplore komplek md yang cukup luas, akhirnya saya kembali menuju Hui an Moslem street untuk mencoba bebarapa masakan lokal den membeli pernak pernik khas kota xian dan berjalan kaki kembali ke hostel untuk beristirahat.

Xian – Moslem Quarter

Posted on Updated on

Setelah melihat Panda di  Cheng Du dan Menikmati indahnya alam Jiuzhaigou , saya melanjutkan perjalanan menuju kota Xian dengan menggunakan transportasi umum (naik bus ke Guang Yuan dan melanjutkan kereta ke Xian) .

Setelah perjalanan panjang kurang lebih 24 jam , pagi hari nya kami sampai dan menuju ke hostel yang berada didaerah Su Yuanmen Street untuk beristirahat . Beruntung kami diperbolehkan langsung  check-in dan menggunakan kamar pagi itu, sehingga bisa membersihkan diri dan beristirahat sebelum mengesplore kota ini.

Di kota inilah traveler Muslim bakal merasakan kehidupan Islam yang sangat kental. Tak heran, karena Islam berkembang pesat di sana sejak ribuan tahun silam dan hampir 70 ribu lebih penduduknya (suku Hui) menganut ajaran Islam.

Siang hari kami menjelajahi pusat kota unik menurut saya, dimana jalanan/lorong dengan bangunan kuno , City Wall yang masih kelihatan kokoh mengelilingi kota -Bell tower yang menjadi titik tengah city wall dan Drum Tower  sangat menyita pandangan mata . Tak terasa hari mulai gelap ,berjalan disini serasa kembali ke masa masa silam.

 

citywall
South Gate – Pintu Selatan dari City Wall yang terlihat kokoh
belltower
Bell Tower yang terletak tepat di tengah City Wall

puas mengelililingi kota degan pemandangan dengan penampilan juxta posisi, yaitu perpaduan bangunan kuno dengan  modern , kami lanjutkan kaki melangkah menuju moslem quarter.

Hui Moslem Street atau dikenal sebagai moslem quarter, terkenal sebagai pusat jajanan khas dan makanan lokal yang menarik pengunjung dalam dan luar negeri.

Disepanjang jalan ini anda kan menemui bebagai makanan ringan dan restoran dengan masakan khas lokal dan toko toko kuno dengan arsitektur tradisional yang tetap dipertahankan.

Didaerah ini terdapat pula Great Mosque of Xian yang menurut informasi yang saya dengar merupakan mesjid tertua di China, yang berdiri sejak tahun 742 pada masa diantara Dinasti Ming dan Qing.

 

bersambung -Alunan QS Al Kahfi di Xian-

Apply Visa Jepang ala PNS Gak Ribet Kok !

Posted on Updated on

Kali saya mau berbagi pengalaman mengajukan  visa wisata single entry ke Konsulat Jepang bulan Mei kemaren.  Banyak sih informasi yang bisa kita dapatkan dari internet untuk masalah ini, tapi biasanya pengalaman orang satu dengan lainnya akan sedikit berbeda.

Sebenarnya sejak 1 Desember 2014 Jepang memberikan bebas VISA bagi WNI,  namun hanya untuk pemegang e-paspor saja,  yaitu jenis paspor yang telah dipasang chip yang berisi data-data pemegang paspor . Tapi itupun harus tetap melakukan registrasi pra keberangkatan di  perwakilan negara Jepang ( Kedubes atau Konsulat)  , (http://www.id.emb-japan.go.jp/news14_30.html 

Karena paspor yang kami miliki masih pasport lama/biasa, maka kami  tetap mengajukan permohonan visa ke Konsulat Jepang yang ada di Surabaya, sebenarnya sih istri saja yang ke konsulat sementara saya titip berkas aja  😀

Tentunya sebelum mengajukan permintaan visa , kami  sebelumnya telah membeli tiket pesawat, mem ”booking” penginapan dan telah menyusun  itinerary secara global Karena dokumen tersebut wajib dilampirkan bersamaan dengan formulir pengajuan visa.

Yuk kita lihat, dokumen-dokumen apa saja yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan visa Jepang :

  1. Paspor
  2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:

Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
* Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

 

Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 8 sebelum diserahkan di loket..Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).

  • Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia.
  • Pemohon adalah karyawan BUMN.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia – Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah.
  • Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.
Untuk persyaratan diatas saya tambahkan surat keterangan  dari atasan yang menyatakan bahwa saya adalah PNS yang sedang bertugas di kota “K” dan akan melakukan kunjungan wisata ke Jepang” bersama Istri dalam jangka waktu yang disebutkan dalam bahasa inggris.Ini contoh nya :

Surat Rekomendasi dari Kantor

Setelah kami rasa semua dokumen lengkap, berangkatlah isteri saya untuk menyerahkan dokumen dokumen tersebut , ternyata setelah di cek oleh petugas konsulat, masih ada dokumen yang harus dilengkapi yaitu  tetap harus melampirkan  fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir yang dilegasir oleh Bank , padahal kalau liat di web untuk PNS dapat dikecualikan.

Setelah semuanya di lengkapi , istri saya kembali lagi ke konsulat menyerahkan  semua dokumen . Alhamdulilah akhir nya berkas permohonan diterima , dan kemudian diberikan slip pengambilan yang berisi Nama, Nomor Aplikasi dan Nomor Passport serta pemberitahuan kapan kita bisa mengambil paspor kembali.

Pada saat mengambil visanya, hampir sama seperti pas proses pengajuan visa. Bedanya, datang ke Konsulat  jangan pagi, tapi siang, mulai pukul 13.00 atau  datang satu jam sebelum waktu tersebut, biar gak ngantri lagi , karena akan di bagikan lagi nomor antrian, kemudian menyerahkan slip tanda terima dokumen dan  biaya pembuatan visanya, dan petugasnya akan mencari paspor kita dan membuatkan kwitansi pembayaran untuk pembuatan visa tersebut.

Kesimpulannya mengurus visa ke Jepang, tidaklah susah  dan ribet kok, mereka sudah punya sistem yang jelas dan bagus. Cuma sekedar catatanya saja untuk dokumen dokumen yang di disyaratkan , sebaiknya di lengkapi aja dulu semuanya walaupun di web resminya sendiri menyatakan tidak perlu untuk dilampirkan  😀 dan satu lagi ternyata gak harus datang sendiri untuk menyerahkan dokumen dan pengambilan visanya lho…cukup diwakili ama bojo aja beres hehee…apa bojo ku sing sakti iki hehee..kali ada yang punya pengalaman lain…

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

Tips dan Trik Menggunakan Cuti untuk Traveling

Posted on Updated on

Biasanya setelah pulang traveling singkat banyak teman teman yang berkomentar “..gimana sih cara nya kok jalan terus gak abis abis ya  cutinya ” . 

Cuti jelas menjadi issue bagi saya yang nota bene adalah seorang PNS yang cuma punya jatah 12 hari per tahun, itupun sebelum dipotong cuti bersama. Terus kalau sudah begitu bagaimana cara mensiasatinya agar hobi jalan jalan itu terakomodir? 

ini nih  beberapa tips dan trik yang sering saya gunakan untuk menghemat cuti yang tersisa :

Manfaakan hari libur nasional yang biasanya gandeng dgn cuti bersama  

Mencari jadwal libur nasional untuk satu tahun kedepan . Kalau sudah dapat , mulai deh di invetarisir tanggal-tangal liburnya dan dan membuat rencana cuti untuk melakukan traveling. 

Bisa juga menggunakan hari kejepit tanpa menganbil jatah cuti untuk travel dengan resiko dipotong gaji sekian %   kalau gak masuk kerja di hari itu, berani mencoba?! 🙂 

Mengunakan hak cuti dengan bijak

Jangan ambil cuti kalau tidak urgent, dan kalaupun mau di gunakan untuk traveling usahakan memulai perjalanan di sore atau malam hari di hari terakhir kerja, kalau tidak bisa karena jadwal penerbangan yang kadang tidak sesuai dengan keinginan kita, bisa minta ijin ama bos untuk pulang cepat dari kantor di hari keberangkatan. Atau bisa juga pulang pada senin pagi dan langsung bekerja pagi harinya . Sehingga tidak kehilangan cuti satu hari dengan catatan kalo gak capek dan ngantuk ya.. 🙂

Membeli tiket jauh hari sebelum tanggal keberangkatan

Biasa nya ada beberapa airlines yang yang menjual tiket untuk periode setengah tahun kedepan dengan harga promo. Sehingga kita bisa merencanakan keberangkatan dengan melihat dan menyesuaikan jadwal hari libur nasional , dengan cari ini selain bisa dapat tiket dengan harga miring dan bisa juga menghemat  jatah cuti.
Demikian beberapa tips untuk menghemat jatah cuti yang ada untuk traveling.

Semoga tips dan trik menghemat cuti yang saya share ini bisa menginspirasi , dan Anda bisa segera memulai perjalanan  perjalanan yang didamkan dengan memanfaatkan sisa cuti yang ada.

Salam travel……